Saudara kandung anak dengan autisme
Dari Raising Children Network (Australia) · sumber: raisingchildren.net.au
Panduan Raising Children Network untuk orang tua tentang mendukung saudara kandung — termasuk cara berbicara tentang autisme dengan anak yang lebih kecil, menyeimbangkan perhatian, dan tanda seorang saudara mungkin memikul lebih dari yang ia tunjukkan.
Kakak dan adik dari seorang anak autistik tumbuh di rumah yang sebagian dibentuk oleh kebutuhan yang bukan milik mereka. Sebagian besar tumbuh dengan baik, dan banyak yang menggambarkan kehangatan, kesabaran, dan kesetiaan yang tidak biasa. Mereka juga bisa, secara diam-diam, memikul lebih banyak daripada yang mereka tunjukkan. Raising Children Network menawarkan panduan yang membumi dan praktis untuk orang tua, dan panduan itu berangkat dari premis yang realistis: Anda tidak dapat membagi perhatian Anda dengan sempurna, tetapi Anda dapat bersikap sengaja dalam cara Anda membaginya.
Membicarakan autisme dengan saudara kandung Anak-anak jauh lebih mampu mengatasi sebuah penjelasan daripada sebuah misteri. Diberitahu sejak dini dan dengan sederhana — "otak kakakmu bekerja sedikit berbeda, jadi beberapa hal lebih sulit dan beberapa hal lebih mudah baginya" — sebagian besar saudara kandung menyerapnya dengan baik. Sesuaikan dengan usia dan biarkan terbuka, serta biarkan pertanyaan-pertanyaan kembali muncul seiring waktu. Kerahasiaan, atau "nanti kami jelaskan kalau kamu sudah besar," cenderung membuat seorang anak mengarang penjelasan yang lebih buruk sendiri.
Menyeimbangkan perhatian Waktu satu lawan satu yang khusus dan terlindungi adalah hal paling berguna yang dilaporkan para orang tua. Tidak perlu lama — bahkan lima belas atau tiga puluh menit seminggu yang jelas-jelas menjadi milik saudara kandung itu, melakukan sesuatu yang mereka pilih, benar-benar berdampak. Intinya adalah keteraturan: waktu yang bisa mereka andalkan, yang tidak dibatalkan ketika terjadi krisis. Ritual-ritual kecil (jalan-jalan, obrolan menjelang tidur, tugas yang dikerjakan bersama) sering kali lebih berarti daripada acara besar.
Apa yang mungkin dirasakan saudara kandung Beragam perasaan yang bercampur adalah hal wajar dan bukan pertanda adanya masalah: - Cinta dan bangga pada saudaranya, berdampingan dengan rasa frustrasi atau malu - Merasa dinomorduakan, atau bahwa anak yang "mudah" mendapat lebih sedikit - Khawatir tentang masa depan saudaranya, kadang tentang peran mereka sendiri di dalamnya - Rasa bersalah karena memiliki perasaan-perasaan yang lebih sulit itu sama sekali
Saudara kandung yang diperbolehkan memegang kedua sisi — "aku menyayanginya dan dia terkadang sulit" — cenderung merasa lebih ringan daripada mereka yang mengira sisi kedua itu terlarang.